Posted by: ariefantasista10 | February 26, 2008

Water Horse, Petualangan Bawah Air Mirip Simulator

Water Horse, Petualangan Bawah Air Mirip Simulator

xl13knbfdg.jpg

Judul : Water Horse
Sutradara : Jay Russel
Pemain : Alex Etel, Ben Chaplin, Brian Cox (Angus tua)
Genre : Petualangan, Drama Kleuarga, Fantasi
Durasi : 111 Menit
Produksi : Beacon Pictures.

Bisa dibayangkan serunya memiliki sahabat seekor hewan air berwujud kuda. Ini dirasakan seorang bocah laki-laki, Angus MacMorrow (Alex Etel).

Semua berawal dari telur misterius yang ditemui di pinggir danau, Angus kemudian bersahabat dengan hewan yang menetas dari telur itu. Angus menemukan telur misterius yang berukuran cukup besar itu di pinggir danau. Rasa penasaran membuat Angus merawat dan memelihara telur hingga menetas.

Begitu menetas, teman Angus bernama Lewis Mowbray (Ben Chaplin) menyarankan agar Angus bersedia melepasnya ke danau. Dengan berat hati, Angus bersedia melepaskan hewan yang diberi nama Crusoe itu ke danau.

Crusoe adalah hewan air yaitu kuda air (water horse), yang wajahnya menyerupai dinosaurus, berleher panjang dan berekor panjang. Dia bukan kuda biasa melainkan seperti ekor dinosaurus.

Suatu hari, Angus menemui Crusoe. Dia memanggil dari pinggir danau. Tak lama kemudian, Crusoe muncul dari dalam air. Crusoe langsung mengajak Angus naik ke punggung bagai menunggangi kuda dan mengajak Angus berpetualang di dalam air.

Petualangan pertama Angus bersama Crusoe itu, menjadi pengalaman terbaik sepanjang hidup Angus dan membuatnya bisa tertawa lagi, setelah sebelumnya dia menjadi pemurung sejak kematian sang ayah.

Sayang, serunya petualangan Angus dan sahabatnya itu tak bertahan lama. Banyak orang yang sempat melihat Crusoe berniat memburu dan menjadikannya sumber uang. Crusoe dianggap hewan langka yang bisa mengundang banyak orang untuk menyaksikannya.

Tak hanya itu, sekitar danau tempat Crusoe bersembunyi merupakan kamp angkatan laut. Percobaan-percobaan senjata air dilakukan di sana. Saat tes senjata air terbaru (semacam meriam) dilakukan, Crusoe ketakutan karena nyaris terbunuh.

Setelah kejadian itu, Crusoe yang awalnya jinak dan menurut pada Angus menjadi liar. Trauma atas ledakan meriam yang ditembakkan ke danau dan hampir membunuhnya, membuat Crusoe marah terhadap semua orang. Bahkan, dengan Angus.

Bagaimana kelanjutan kisah persahabatan Angus dan Crusoe selanjutnya? Akankah Crusoe bisa kembali bersahabat dan melakukan petualangan-petualangan seru lagi dengan Angus? Lalu, bagaimana nasib Crusoe yang terus diburu. Mampukah ia menyelamatkan diri?

Jawabannya hanya bisa ditemukan di film berjudul Water Horse karya Jay Russel ini.

Menyaksikan Water Horse, mengingatkan kita pada film era 90-an, Free Willy. Yaitu, kisah persahabatan seorang bocah dengan seekor lumba-lumba. Film ini tak hanya tentang petualangan, unsur drama pun mengalir dalam film yang mengambil setting di Skotlandia itu.

Water Horse sangat cocok sebagai tontonan keluarga. Terutama untuk anak-anak yang telah lama tak menyaksikan film jenis ini. Akhir-akhir ini, anak-anak dicekoki film dengan tampilan animasi dan bersifat futuristik.

Mengenai sinematografi, para penonton seakan diajak berpetualang menyaksikan pemandangan Skotlandia dan menyaksikan dasar danau yang ternyata menyimpan keindahan.

Tak hanya itu, penonton pun bagai diajak bermain di wahana simulator. Saat adegan Crusoe mengajak Angus berpetualang ke dalam air, Crusoe menyelam bagai seekor burung rajawali yang terbang. Bergerak, menukik dan hampir menabrak karang, dirasakan betul oleh penonton bagai berada di wahana simulator.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: