Posted by: ariefantasista10 | February 26, 2008

Kroasia Cemas Kehilangan Eduardo

Kroasia Cemas Kehilangan Eduardo

14387_news.jpg

Cedera yang menimpa Eduardo Da Silva membuat prihatin pelatih tim nasional Kroasia, Slaven Bilic. Jika Eduardo benar-benar harus istirahat total selama lebih dari tiga bulan, berarti ia tidak bisa memperkuat Kroasia di putaran final Piala Eropa 2008, Juni mendatang di Austria dan Swiss.

Slaven Bilic, pelatih timnas Kroasia, mengatakan sangat terpukul atas cedera yang dialami Eduardo Da Silva. Menurut Bilic, Da Silva adalah pemain tak tergantikan di lini depan Kroasia.

Eduardo, yang Senin (25/2) genap berusia 25 tahun, mengalami cedera engkel cukup parah dalam laga Birmingham City vs Arsenal, Sabtu (24/2) di kompetisi Liga Primer Inggris. Striker Arsenal itu dikhawatirkan akan absen sampai akhir musim, dan tidak akan memperkuat Kroasia di Euro 2008.

”Kami memiliki seorang striker hebat di lini depan. Da Silva tidak tergantikan,” ujar Bilic. ”Tapi saya tidak ingin berpikir terlalu jauh. Saya tidak bisa membayangkan Kroasia tanpa Eduardo Da Silva. Saya ingin ia sembuh dalam waktu dekat, atau setidaknya beberapa hari sebalum Euro 2008 dimulai.”

Media Kroasia melaporkan insiden itu besar-besaran, televisi menayangkan rekaman kejadiannya dalam siaran berita prime time sepanjang akhir pekan. Bahkan beberapa koran lokal mengirim wartawannya ke London untuk mengikuti perkembangan nasib Da Silva.

Kemarahan rakyat Kroasia juga merebak. Jutarnji List, surat kabar terkemuka di Zagreb, dalam tajuknya menulis; kebrutalan pemain belakang Birmingham City, Martin Taylor, mulai menghancurkan ambisi sebuah negeri kecil. “Tapi sebagai bangsa besar kami masih berharap meraih gelar Eropa,” tulis suratkabar itu.

Koran itu juga menggambarkan cedera Eduardo Da Silva merupakan kematian bagi sepakbola indah. Surat kabar itu juga mengatakan sangat menghargai pernyataan Arsene Wenger yang mengusulkan Martin Taylor dihukum tidak boleh bermain bola seumur hidup. ”Wenger benar ketika kali pertama mengatakan Taylor harus dihukum, tapi menjadi tidak enak didengar ketika ia mengubah sikapnya,” demikian koran itu berkomentar.

Dalam jajak pendapat singkat yang digelar koran itu, 41 persen publik sepak bola Kroasia mengatakan Taylor harus dihukum seumur hidup. Sedangkan 25 persen lebih suka melihat Taylor dihukum cukup lama.

Eduardo Da Silva juga mengirim surat terbuka dari London Hospital ke media Kroasia. Dalam suratnya Da Silva mengatakan tidak marah atas kejadian di lapangan yang membuatnya cedera. ”Saya dengan sepenuh hati menyampaikan terima kasih kepada semua fans, rekan-rekan di tim nasional, dan pelatih, yang telah memperlihatkan dukungannya.” Semua itu, tulis Da Silva, sangat berarti bagi saya. ”Saya juga tidak berharap cedera saya membuat media Kroasia terus-menerus marah dan mengecam Taylor,” tuturnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: