Posted by: ariefantasista10 | March 19, 2008

D.O (Drop Out): Dilematis Antara Cinta dan DO

do.jpg

Judul film : D.O. (Drop Out)
Sutradara : Winaldha E. Melalatoa
Pemain : Titi Kamal, Ben Joshua, Sarah Sechan, Dwi Sasono, Dr Boyke, Dimas Aditya, Ferry Gustian.
Penulis Naskah : Arry Risaf Arisandi (Novel)
Produksi : MVP Pictures.

Muncul satu lagi film bergenre drama komedi dewasa dengan tema seks. Kali ini cerita mahasiswa yang dilematis antara lulus atau mengorbankan cinta.

Sudah tujuh tahun, Jemi, mahasiswa Psikologi, tak jua lulus dari kampusnya. Dia selalu menjalani hari-hari dengan santai, tanpa ada keseriusan memandang hidup. Terlebih lagi, dia dikelilingi teman-temannya yang juga memegang prinsip “Asyik Terus Sampai Mampus.”

Teman-temannya itu adalah Si Germo (Dwi Sasono), bajingan tengik pengedar VCD porno, hobi mencuri dan mempermainkan wanita. Lalu, Si Ketek (Ferry Gustian), yang punya libido tinggi serta fantasi dengan tante pemilik kos (Sarah Sechan). Serta Si Banci (Dimas Aditya) yang terlihat terlalu apik sebagai seorang pria.

Jemi terkenal dengan omong besarnya soal seks. Dia selalu bercerita, dirinya mahir untuk urusan ngeseks. Bahkan, dia membuat buku petunjuk mengenai beberapa gaya dalam berhubungan intim.

Muncul Lea (Titi Kamal) sebagai dosen muda yang pintar, cantik dan memesona sebagai dosen baru di kampus Jemi. Di balik semua itu, Lea punya satu kekurangan yang mengganggu dirinya dan keluarga.

Lea yang serius ternyata tak jua memiliki kekasih hingga berusia 26 tahun. Praktis, hal ini memberatkan adik perempuan Lea yang sudah kebelet menikah, hingga akhirnya nekat hamil duluan. Lea disalahkan atas kejadian ini.

Tekanan tersebut mendorong Lea yang awalnya tak menyukai Jemi terpaksa mengajaknya bekerja sama. Lea tahu Jemi jago urusan seks. Dia meminta Jami mengajarinya dengan imbalan menjadi dosen pembimbing Jemi hingga lulus kuliah.

Kesepakatan dibuat. Saat keduanya sudah mulai menjalankan perjanjian dengan baik, tumbuh cinta di antara mereka. Masalah muncul. Doktor M yang mengalami krisis dalam rumah tangga mengharapkan bisa memiliki Lea.

Doktor M memaksa Jemi menerima tawarannya, yaitu lulus dengan nilai terbaik dengan imbalan menjamin dirinya bisa menikahi Lea. Jika tidak, jangan harap Jemi bisa lulus.

Manakah yang akan dipilih Jemi, menyerahkan cintanya atau DO dari kampus?

Dari segi ide cerita, film ini tak jauh berbeda dengan film-film drama komedi dewasa lainnya seperti Kawin Kontrak dan Quickie Express, yakni mengangkat seks sebagai tema cerita.

Bedanya, meski seks menjadi tema, tetap ada unsur edukasi yang ditampilkan di film ini. Antara lain, pentingnya pengetahuan seks agar seks sebelum menikah bisa dihindari. Juga ada pesan moral bagi pasangan suami istri yang sedang mengalami krisis.

Film ini bisa disaksikan di bioskop mulai 19 Maret 2008.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: