Posted by: ariefantasista10 | June 3, 2008

Mourinho, Lilin Buat Liga Italia

Mourinho, Lilin Buat Liga Italia

Jakarta – Jose Mourinho diakui semua pihak turut memberi kegairahan tersendiri pada sepakbola Inggris terutama di kalangan manajer. Di tengah redupnya pamor Seri A, mungkin dia bisa menjadi lilin baru.

Kepergian Mourinho dari Chelsea sempat menimbulkan romantisme di Inggris. Sesosok pria tampan namun arogan, yang dari mulutnya bisa lahir kalimat-kalimat puitis nan cerdas, sampai pedas tapi berkelas, meninggalkan jejak-jejak yang amat berkesan.

Mourino piawai membangun opini publik, yang mana pers dan publik selalu menanti-nantikan ucapan terbarunya setiap hari. Tapi ia pun bukan pelatih kacangan yang bercuap-cuap hanya untuk mengaburkan kekurangan-kekurangannya. Di lemari Mourinho bertumpuk medali yang pernah ia menangi. Ketika Chelsea melepasnya, nyaris semua klub top pernah dikait-kaitkan bakal merekrutnya.

Dan yang beruntung mendapatkan pelatih terbaik dunia 2004 dan 2005 itu adalah Inter Milan. Setelah proses pendekatan konon dilakukan Massimo Moratti sejak awal tahun ini, bapak dua anak itu akan bekerja lagi di sebuah lahan baru bernama Liga Italia.

Seberapa besar imbas kedatangan Mourinho buat Inter tentu saja urusan Inter dan para pendukungnya. Tapi yang juga menarik untuk ditunggu adalah efek “Sang Istimewa” buat persepakbolaan “Negeri Pizza” itu.

Oleh sebagian kalangan Liga Italia sudah dinilai “mati” sejak beberapa tahun lalu, yang disebabkan oleh kebobrokan sistem mereka sendiri. Berbagai skandal menodai dan menggerogoti tubuh kompetisi. Aroma mafia begitu menyengat. Menghalalkan cara-cara buruk lewat penyuapan menjadi rahasia umum. Calciopoli adalah puncak keburukan sistem tersebut.

Pemain-pemain top relatif tak lagi menomorsatukan Seri A. Dari yang pernah dianggap sebagai kompetisi paling glamor, Liga Italia saat ini relatif kalah bersinar dibanding Premier League dan La Liga.

Hal lain, animo fans untuk menonton pertandingan di stadion menurun. Mereka cenderung memilih santai menyaksikannya via televisi. Dalam tayangan televisi pun tampak bangku stadion yang kosong di sana-sini.

Celakanya, iklim kekerasan pun masih akrab di kalangan suporter. Kasus tewasnya beberapa orang karena kerusuhan massal melengkapi kekelaman sepakbola Italia, sampai-sampai sempat mencuat ide menghentikan kompetisi barang satu musim supaya semuanya menjadi lebih baik.

Mourinho tentu saja bukan juru selamat. Malah, bisa saja ia memanaskan iklim tersebut lewat karakternya yang demikian. Bagaimana dia memprovokasi lawan-lawannya, bagaimana dia mempersoalkan wasit adalah hal menarik yang berpotensi memercikkan kontroversi, sebagaimana dunia wasit di Italia amatlah sensitif.

Tapi justru di situlah Seri A akan terjual. Pers tersedot pada dia, mengembangkan counter attack dari pihak-pihak lain, dan publik tinggal mengonsumsinya.

Buat media massa ucapan (dan ekspresi wajah khas) Mourinho sudah menjadi “rule”. Di manapun ia berada, ia akan menyita perhatian. Dan saat ini Mourinho ada di Inter Milan, ada di Italia.

Masih perlu bukti memang, dan itu pun bukan tugas utama dia sebagai “sekadar” pelatih Inter. Tapi harus diakui Mourinho punya potensi menyemarakkan (lagi) Liga Italia, menjadi lilin baru untuk memberi tambahan cahaya buat Seri A. Benvenutti, Jose!

sumber : detik.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: