Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

‘MAKE IT HAPPEN’, Tak Menawarkan Sesuatu Yang Baru

makeithappen

Pemain: Mary Elizabeth Winstead, Riley Smith, Tessa Thompson, Julissa Bermudez, John Reardon, Ashley Roberts

Sejak kecil, Lauryn Kirk (Mary Elizabeth Winstead) memang selalu bercita-cita menjadi seorang penari profesional. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Chicago untuk belajar tari di Chicago School of Music and Dance. Sayangnya, kadang rencana tak selalu berjalan mulus seperti yang kita inginkan.

Sesampainya di Chicago, Lauryn gagal saat audisi masuk ke sekolah ini. Sialnya lagi, saat Lauryn sedang beristirahat di sebuah restoran, mobil Lauryn dibawa petugas derek mobil. Untung ada Dana (Tessa Thompson), seorang waitress yang baik hati dan menawarkan Dana untuk tinggal sementara di tempatnya.

Keesokan harinya, Dana memperkenalkan Lauryn pada Russ (Riley Smith), seorang DJ dan Brenda (Karen LeBlanc) yang memiliki sebuah klub bernama Ruby yang menyuguhkan tarian burlesque. Brenda kemudian menawari sebuah pekerjaan sebagai petugas pembukuan di klub miliknya.

Meski sudah mendapat pekerjaan lumayan bagus, namun mimpi Lauryn untuk menjadi penari tak juga sirna. Brenda yang kemudian melihat bakat terpendam dalam diri Lauryn menawarinya menjadi seorang penari. Dalam sekejap mata, Lauryn menjadi bintang di Ruby. Sayangnya, ini tak berlangsung lama karena, Joel (John Reardon), kakak Lauryn, datang untuk menjemput Lauryn karena kondisi ekonomi di rumah mereka sedang kacau balau dan perlu bantuan Lauryn.

Genre film dance mungkin tak terlalu berkembang seperti genre yang lain. Sejak era 80-an film dari jenis ini memang bisa dihitung dengan jari. Yang mempelopori maraknya film dari genre ini bisa jadi adalah FLASHDANCE yang sempat populer di tahun 1983 lalu. Namun seiring perkembangan jaman, genre ini tetap eksis dan memiliki pasar tersendiri. Buktinya hingga tahun 2008 lalu masih ada film dari genre ini yang beredar.

MAKE IT HAPPEN yang mulai beredar bulan Agustus 2008 ini menjadi salah satu bukti jika genre ini masih eksis. Namun sayangnya, tak ada yang benar-benar fresh dari film ini. Ada kesan seolah film ini dibangun berdasarkan template yang sudah ada dengan sedikit bumbu di sana-sini. Akibatnya, pijakan satu-satunya film ini hanyalah tampilan visualnya saja karena dari sisi cerita tak banyak yang bisa dibicarakan.

Ibarat penumpang pesawat, penonton sudah tahu pasti jalur penerbangan dan tujuan akhir pesawat. Yang akan membedakan hanyalah kesan yang didapat selama penerbangan dan jika ini gagal memberi kesan bagus maka tamatlah riwayat film ini. Celakanya, itulah yang terjadi. Hampir tak ada yang bisa membuat film ini jadi ‘menonjol’ di antara film-film lain yang juga mengusung topik yang kurang lebih sama.

Terlepas dari itu semua, film ini toh punya performa di pasar yang cukup bagus. Di awal peluncurannya di Inggris, film ini berhasil masuk 10 besar jajaran film box office dan bertahan di sana selama satu pekan meski tak mampu menembus posisi teratas.

sumber : kapanlagi.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: