Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

‘RIGHTEOUS KILL’, Mencari Pembunuh Berantai

righteous-kill

Pemain: Robert De Niro, Al Pacino, Curtis ’50 Cent’ Jackson, Donnie Wahlberg, John Leguizamo, Brian Dennehy, Dan Futterman

David Fisk (Al Pacino) dan Thomas Cowan (Robert De Niro) adalah dua detektif kepolisian New york yang hampir mendekati masa pensiun mereka.

Sebelum mereka memasuki masa pensiun, mereka ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang diduga berhubungan dengan kasus yang pernah mereka tangani sebelumnya. Korban pembunuhan berantai itu selalu orang yang pernah lolos dari jerat hukum dan di dekat tempat kejadian perkara selalu ditemukan secarik kertas berisi puisi yang membenarkan tindakan pembunuhan itu.

Nampaknya mereka berdua berhadapan dengan pembunuh berantai yang melakukan pembunuhan dengan dalih melakukan tugas menegakkan hukum yang gagal dilakukan oleh polisi. Jika pembunuhan itu dilakukan oleh orang yang sama, lalu bagaimana dengan pelaku pembunuhan sebelumnya yang sudah diadili? Film action besutan sutradara Jon Avnet ini sebenarnya sudah mulai didistribusikan oleh Overture Films September tahun lalu. Film berbujet US$ 60 juta ini memasang nama-nama besar macam Al Pacino, Robert De Niro, dan Donnie Wahlberg dalam jajaran pemainnya, mungkin dengan harapan bisa mendongkrak popularitas film crime thriller ini. Ini memang bukan pertama kalinya sebuah film memasang Al Pacino dan Robert De Niro dalam film yang sama.

Sebelumnya, dua aktor ini juga sempat bermain bersama dalam film 88 MINUTES dan HEAT. Namun dari sisi intensitas mereka beradu akting, bisa jadi film inilah yang paling banyak menampilkan adegan mereka bersama. Soal kemampuan akting, dua orang dengan rekor panjang di dunia film ini memang tak pernah ada masalah. Tiap dialog yang harus mereka bacakan terdengar alami dan sama sekali tak ada kesan seperti teks yang dibaca. Sayangnya potensi itu jadi sia-sia lantaran naskah film yang kurang berbobot. Jadinya, meski keduanya mampu memberikan kualitas akting yang memukau, tetap saja adegan yang mereka tampilkan jadi berkesan basi. Tak ada momen yang benar-benar spesial dalam film ini. Kesan klise dalam dialog tak bisa dihindari dan akhirnya terlewatkan begitu saja. Selain itu, alur cerita yang sedikit dibuat twisted pun seolah tak banyak membantu ide cerita yang sebenarnya sudah basi.

Kalau Anda termasuk orang yang menggemari film-film dari genre ini, Anda pasti bisa menyebutkan dua atau tiga film yang juga mengusung topik yang sama. Peran Jon Avnet sebagai sutradara juga tak mampu membuat film ini jadi terlihat menarik dan melekat dalam ingatan. Untungnya film ini tak sampai jadi film yang membosankan meski di akhir cerita mungkin tak ada keinginan untuk menonton ulang film ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: