Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

Profil di Facebook Bikin Del Piero Meradang

alex-facebook

Turin – Jika untuk sebagian orang Facebook bisa bikin ketagihan, hal berbeda justru dialami Alessandro Del Piero. Sang bintang Juventus tengah sewot dan dikabarkan siap melancarkan proses hukum. Ada apa sih?

Seperti diberitakan oleh ANSA dan dikutip Goal, profil palsu Del Piero beredar di situs pertemanan Facebook. Tapi bukan itu yang kontan bikin kapten Juventus ini mencak-mencak sampai berniat melakukan proses hukum.

Masalahnya, dalam profil fiktif yang juga memasang foto-foto Del Piero tersebut juga didapatkan link ke sebuah grup propaganda Nazi. Padahal, ia sama sekali tak pernah menyentuh situs jejaring sosial tersebut, apalagi berhubungan dengan grup itu.

Alhasil, agen Alex sekaligus kakaknya, Stefano, disebut akan menghubungi pihak pengacara untuk memberereskan masalah ini. Pihak Del Piero tentu tak mau image pemain berusia 34 tahun itu ternodai dengan adanya akun palsu di Facebook, apalagi sampai dihubungkan dengan gerakan Nazi, yang mana sama sekali tidak dia dukung.

Bukan kali ini saja ada pesepakbola yang tersandung Facebook. Selain Alex, gelandang AS Roma, Alberto Aquilani juga pernah ribut dengan pacarnya, Michela Quattrociocche, gara-gara memasang status ‘jomblo’ di profilnya.

sumber : detik.com

Advertisements
Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

Sepuluh, Menggugah Sisi Humanis

sep

Tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta. Sebagai manusia kita selalu berjuang memberikan nilai sempurna untuk orang yang kita cintai. Itulah alasan mengapa film ini diberi judul Sepuluh.

Film garapan sutradara muda Henry Riady ini bercerita tentang seorang ibu bernama Yanti (Rachel Maryam) yang mencari anaknya yang hilang sepuluh tahun lalu.

Sepuluh tahun lalu, Yanti harus mendekam di penjara karena jebakan yang dipasang oleh suaminya, Aditya (Mario Tanzala) dengan meletakkan narkoba di rumahnya.

Jebakan ini dilakukan Aditya demi memuluskan jalan menjual anaknya yang bernama Maria kepada Dargo (August Melasz), preman yang berprofesi sebagai bandar narkoba. Dia juga penjual organ tubuh illegal, bos dari pengemis dan pengamen jalanan.

Yanti memang terlambat mengetahui suaminya adalah pecandu narkoba akut hingga rela menjual anaknya demi barang haram tersebut. Namun, Yanti tak menyesal meninggalkan cintanya kepada Thomas (Arie Wibowo) demi Aditya.

Usai keluar dari tahanan, Yanti mencoba membangun hidupnya. Yanti mulai bekerja sebagai tukang cuci. Hingga suatu hari, Yanti melihat Mongki (Yofana), pengamen jalanan yang sedang dipukuli temannya. Merasa iba, Yanti membawanya ke rumah dan mereka pun mulai saling mengenal dekat.

Semakin Yanti mengenal Mongki, dia makin sadar akan eksploitasi anak dan penjualan organ ilegal yang dilakukan Dargo. Mongki pun bercerita tentang kalung bertuliskan huruf ‘M’ yang dia pakai bukanlah miliknya, tapi milik Maria.

Mendengar nama Maria, Yanti langsung teringat anaknya. Dia mendatangi tempat Dargo untuk menanyakan anaknya yang bernama Maria. Kedatangan Yanti menemui Dargo membuat Mongki dimarahi. Mongki dipukuli dan ditendang. Saat bertahan dari pukulan sambil memeluk Mongki, Yanti melihat tanda lahir di punggung Mongki. Dia tercengang karena tanda serupa juga dimiliki anaknya.

Di sisi lain, Thomas sedang kebingungan mencari ginjal untuk anaknya yang menderita kelainan ginjal. Dia bertemu Dargo untuk membeli ginjal. Lalu Dargo memutuskan untuk memberikan ginjal Mongki kepada Thomas.

Saat di rumah sakit, Yanti yang sedang mencari Mongki malah bertemu dengan cinta pertamanya, Thomas. Thomas meminta Yanti menunggunya di rumah sakit.

Yanti kemudian tahu dari dokter bahwa Thomas mencari ginjal untuk transpalansi ginjal anaknya, David. Dari situ pula Yanti tahu bahwa ginjal Mongki-lah yang akan ‘ditumbalkan’ untuk anak Thomas. Namun rencana transpalansi itu terganggu dengan kelainan jantung yang dimiliki Mongki.

Film yang menghabiskan dana Rp12,7 miliar ini melibatkan banyak kru yang ahli di bidangnya. Sebut saja Didi Petet, Addie MS, Dewi Alibasah dan German Mintapradja.

Banyak fenomena sosial di sekitar kita diangkat film yang dirilis 5 Februari 2009, ini. Soal eksploitasi anak jalanan oleh oknum tertentu sudah sering kita dengar. Anda pasti juga pernah mendengar mengenai sindikat penjualan organ tubuh.

Film ini seolah ingin berbicara kepada kita bahwa lingkaran kemiskinan sangat sulit diakhiri. Kemiskinanlah yang membuat semua anak jalanan bergerombol mengemis di jalanan. Kalau sudah begitu, saatnya kita mulai peduli dengan masyarakat yang kurang mampu.

Pemain:
Arie Wibowo
Rachel Maryam
August Melasz
Yofana
Keke Harun

Sutradara:
Henry Riady.

sumber : okezone.com

Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

Slumdog Millionaire, Si Miskin yang Beruntung

2v15kbfc1s

Slumdog Millionaire bercerita tentang seorang remaja 18 tahun yang besar di daerah kumuh di India, bernama Jamal Malik diperankan Dev Patel. Jamal yang yatim piatu mendadak menjadi jutawan setelah memenangi kuis ‘Who Wants To Be A Millionare’ versi India.

Besar di kawasan kumuh dan hanya bekerja sebagai pelayan di perusahaan layanan telepon, namun Jamal mampu menjawab semua pertanyaan. Lantaran miskin, dia dicurigai berbuat curang dan melakukan penipuan dalam menjawab pertanyaan di kuis itu. Alhasil, sebelum menuju pada pertanyaan terakhir Jamal digiring ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Polisi mulai menginterogasi Jamal. Namun bukan pengakuan perbuatan curang yang didapat. Jamal dengan keluguannya malah bercerita tentang masa kecilnya yang penuh eksploitasi dan kejahatan jalanan di kawasan kumuh kota Mumbai, India. Secara tidak sengaja, dari pengalamannya itulah dia mampu menjawab semua pertanyaan kuis yang dibawakan oleh Prem Kumar (Anil Kapoor).

Misalnya, saat Jamal mendapat pertanyaan penemu pistol, ingatannya langsung tertuju ketika Jamal dan kakaknya, Salim (Madhur Mittal), hendak mencari wanita yang dicintai Jamal bernama Latika (Freida Pinto). Mereka menemukan Latika di sebuah lokalisasi.

Saat hendak membawa kabur Latika, Jamal dan Salim dipergoki oleh Maman ‘sang pemilik’ Latika. Tanpa ragu-ragu Salim menembak Maman dengan pistol tepat di kepalanya. Mereka bertiga pun berhasil melarikan diri.

Salim yang merasa berkuasa karena memiliki pistol, merenggut keperawanan Latika dan mengusir Jamal. Jamal tak bisa memaafkan Salim atas kejadian itu.

Jamal kembali berpisah dengan Latika dan benar-benar hidup sendiri. Saat dewasa, Jamal bekerja di perusahaan layanan telepon sehingga tak kesulitan mendapatkan nomor telepon Salim. Merekapun kembali bertemu dan Jamal menanyakan keberadaan Latika. Ternyata Latika kini hidup bersama mafia bernama Javed di mana Salim menjadi anak buahnya.

Dari pertemuan yang kemudian terpisahkan kembali inilah Jamal mengetahui bahwa Latika suka menonton kuis ‘Who Wants To Be A Millionare’. Jamal yakin jika dirinya mengikuti kuis ini Latika pasti melihatnya.

Walau hidup miskin, Jalam akhirnya berhasil meyakinkan semua orang bahwa keikutsertaannya di kuis ini bukan karena 20 juta Rupee semata, tetapi karena cintanya kepada Latika.

Film garapan sutradara asal Inggris, Danny Boyle ini berhasil menggambarkan kekumuhan dan kehidupan jalanan kota Mumbai secara realistis. Tak heran jika film yang dirilis tahun 2008 ini memenangkan empat penghargaan dalam Golden Globe Award.

Bahkan film yang diadaptasi dari sebuah buku karya Diplomat India, Vikas Swarup, ini meraih 10 nominasi Academy Award 2009 di Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat.

Terlepas dari akhir cerita yang mudah diterka, ide cerita film ini sangat menarik dan membuka mata kita betapa kerasnya kehidupan kaum marjinal. Selain itu kita juga bisa belajar bagaimana berkorban dengan tulus untuk orang yang kita cintai.

Film ini mulai ditayangkan di bioskop tertentu pada 11 Februari 2009.

Sutradara:
Danny Boyle

Pemain:
Dev Patel
Freida Pinto
Madhur Mittal
Irrfan Khan
Saurabh Shukla
Anil Kapoor.

sumber : okezone.com

Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

Bride Wars, Berebut Pernikahan Sempurna

mknsonjfaa

Bride Wars dibintangi Kate Hudson dan Anna Hathaway, magnetnya film komedi ringan. Keduanya menjadi sahabat yang berebut mewujudkan gambaran pernikahan ideal ala mereka.

Dari judulnya saja sudah bisa ditebak, seperti apa aliran cerita dan efek yang ingin dimunculkan sineas di film ini. Sejak kecil, Emma (Anna Hathaway) dan Liv (Kate Hudson) sudah punya gambaran ideal tentang hari pernikahan masing-masing.

Diawali dengan lamaran yang romantis dari calon suami, dan berlanjut ke tetek-bengek urusan pernikahan. Mulai musik yang akan disajikan, hidangan, sampai tempat dan tanggalnya. Meski masing-masing memiliki selera yang berbeda, untuk urusan tempat, mereka sepakat memilih Plaza Hotel yang dianggap paling prestisius.

Saat waktunya tiba, kesalahan tulis di wedding organizer membuat mereka tercatat menikah di tempat, waktu, dan jam yang sama.

Pilihannya jelas, salah satu harus ada yang mengalah. Sayangnya, baik Emma dan Liv sama-sama keras kepala. Perang dingin pun terjadi. Keduanya saling melancarkan strategi dan trik licik agar “rivalnya” batal menikah. Yeah, Bride Wars adalah film yang mengajak kita “bersenang-senang”.

Penonton bisa mengetahui perkembangan cerita walau saat menontonnya dilakukan sambil menikmati popcorn, mengetik SMS, menerima telepon, atau bahkan memejamkan mata untuk beberapa menit.

Karakter Emma dan Liv yang digambarkan bertolak belakang, juga tak terlalu berpengaruh besar dalam perkembangan cerita.

Kecuali ya itu tadi, sekadar untuk mencari alasan dalam menampilkan cerita dan adegan lucu. Padahal perbedaan karakter ini bisa jadi modal agar eksplorasi karakter dan cerita jadi lebih menarik dan mendalam.

sumber : okezone.com

Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

The Duchess, Getirnya Hidup sang Ratu

dp8z0xvy3c

The Duchess adalah pameran indah kostum, tata artistik, dan akting para pemainnya. Tapi bukan untuk cerita dan kualitas naskah.

Ini kisah tentang Georgiana Spencer, istri pertama William Cavendish, Duke kelima dari Devonshire. Ia adalah karakter nyata yang hidup di abad ke-18, masih golongan bangsawan, dan satu garis keturunan dengan Lady Diana Spencer, mantan istri Pangeran William, Prince of Wales.

Namun, jangan bayangkan kalau film besutan Saul Dibb (Bullet Boy) ini adalah gambaran objektif tentang Duchess of Devonshire. Ia hanya cukilan dari kisah cinta sang ratu yang pahit, ada reduksi di sana-sini, hingga akhirnya The Duchess hanya berujung sebagai sebuah film hiburan semata.

Layaknya kehidupan di abad patriarki, jalan hidup seorang perempuan seperti Georgiana (Keira Knightley) sangat mudah ditebak. Umur 17 tahun dia dinikahkan (baca: dijodohkan) dengan Duke of Devonshire, William Cavendish (Ralph Fiennes). Baru saja menikah, masalah sudah muncul.

Georgiana merasa suaminya tak hangat dan lebih sering diperlakukan sebagai mesin pembuat anak saja. Bahkan “tugas sebagai istri” pun “kurang sempurna”, karena Georgiana hanya bisa melahirkan dua anak perempuan, bukan seorang laki-laki yang bisa menggantikan ayahnya menjadi raja.

Saat itulah muncul Elizabeth “Bess” Foster (Hayley Atwell). Awalnya, Bess adalah sahabat Georgiana. Ia menganggap Bess sebagai oase dalam pernikahannya yang kering. Sang Ratu bahkan mengajak Bess tinggal di istana. Dan seperti sudah bisa ditebak, pengkhianatan cinta itu hanya tinggal menunggu waktu saja.

Bess yang sudah memiliki tiga putra, akhirnya menjadi duri yang nyata dalam pernikahan Georgiana-William. Menghadapi itu, Georgiana jelas berontak, tapi toh William adalah raja yang segala titahnya harus dipatuhi. Cahaya hidup Georgiana mulai tumbuh lagi saat ia jatuh cinta dengan Charles Grey (Dominic Cooper), calon perdana menteri yang ia bantu urusan kampanyenya. Affair pun tak mampu dibendung.

Georgiana lantas mengajukan tawaran pada suaminya: ia merestui hubungan suaminya dengan Bess, namun sang suami harus merelakan hubungannya dengan Grey. Jelas, raja meradang. Egonya sebagai laki-laki tertampar, dan terjadilah perkelahian yang berujung pada perkosaan suami terhadap istri. Tapi justru dari situlah Georgiana hamil lagi, dan melahirkan bayi laki-laki.

Tapi toh, penderitaan Georgiana terus berlanjut. Sejak awal, Georgiana memang diplot sebagai tokoh protagonis dalam film ini. Kesengsaraan yang dijatuhkan bertubi-tubi padanya, disusun sedemikian rupa, hingga jalan hidupnya di film The Duchess mirip kisah perempuan sengsara dalam opera sabun. Harapannya tentu saja, semua penonton akan jatuh iba dan bersimpati padanya.

Sayang, pilihan untuk “menyengsarakan” Georgiana dan mengambil fokus cerita pada kisah cintanya, membawa konsekuensi lain. Gambaran tentang perempuan bangsawan paling terkenal di Inggris pada masanya ini menjadi tak utuh. Kebiasaan Georgiana yang gemar berjudi, yang sudah menjadi rahasia umum dalam sejarah, hanya ditampilkan sekilas, itu pun lebih mirip pelampiasan dari kehidupan pernikahannya yang carut-marut daripada sebuah kebiasaan buruk.

Bahkan, kelihaiannya di bidang politik maupun sosoknya yang dicintai rakyat (mirip dengan “keahlian” yang dimiliki kerabatnya, Lady Di) hanya ditampilkan sebagai tempelan saja. Memang, naif rasanya jika mengharapkan gambaran utuh seorang fitur melalui film yang terbatas durasinya. Tapi jika penulis skenario mau lebih serius menggarap naskahnya, tentu sisi lain ini bisa jadi pendamping yang melengkapi image tentang Georgiana.

Tentu saja, membuat The Duchess bisa lebih dari sekadar film hiburan mengharu biru, yang ceritanya bisa ditemui di banyak film lain (salah satunya The Other Boleyn Girl, yang juga berlatar kerajaan Inggris dan dibintangi aktris-aktris kelas satu).

sumber : okezone.com

Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

Ukraina Puaskan UEFA

uefa150

Kiev – Setelah sempat diragukan kemampuannya dalam menggelar Piala Eropa 2012, optimisme kini muncul di Ukraina menyusul kunjungan UEFA ke sana yang berakhir dengan sukses.

Diberitakan sebelumnya, belum berjalannya pembangunan stadion dan sarana umum lainnya sempat membuat UEFA, melalui ketuanya Michel Platini menyatakan kemungkinan akan membatalkan hak Ukraina untuk menggelar putaran final Piala Eropa tiga tahun mendatang.

Akan tetapi, semua keraguan tersebut sirna setelah UEFA mengaku puas akan kemajuan yang dicapai negara pecahan Uni Soviet itu. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Perdana Menteri Ukraina Ivan Vasyunyk pasca inspeksi oleh badan sepakbola tertinggi di Eropa yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal David Taylor pada hari Jumat (6/2/2009) waktu setempat.

“David Taylor mengatakan bahwa Ukraina telah berhasil memperoleh kemajuan dalam persiapan Piala Eropa 2012 meski dunia sedang dilanda krisis finansial,” terang Vasyunyk dalam konfrensi pers seperti dilansir Reuters.

“Ini adalah jawaban atas semua pihak yang pesimistis dan yang meragukan Ukraina akan bisa merampungkan semua kewajibannya. Perwakilan UEFA telah melihat bahwa Ukraina telah menepati janjinya dan merencanakan sesuatu yang konkret,” sambungnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua Asosiasi Sepakbola Ukraina Grigory Surkis. “Baru kali ini sejak kami memenangi tender tuan rumah bersama Piala Eropa, kami bisa tanpa kesulitan berdiskusi dengan UEFA,” ujarnya.

Nada positif dilontarkan oleh Taylor saat melihat kesiapan kota Lviv pada hari Kamis lalu. Dia juga terpukau dengan kemajuan pembangunan dan keberhasilan Ukraina dalam memodernisasi sarana umum seperti bandara, jalan raya, dan jaringan hotel.

“Lviv merupakan kota yang sangat indah, dan akan lebih indah lagi jika sudah berdiri sebuah stadion,” tukas Taylor.

Selain Lviv, kota-kota yang dipersiapkan oleh Ukraina untuk menggelar pertandingan Piala Eropa 2012 adalah Kiev, Dnipropetrovsk dan Donetsk. Selanjutnya, UEFA memberi tenggat waktu pada Ukraina paling lambat sampai 15 Mei untuk merampungkan renovasi stadion-stadionnya.

Ukraina dan Polandia akan menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa dijadwalkan akan diselenggarakan pada 9 Juni-1 Juli 2012 mendatang.

sumber : detik.com

Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

Pembuktian Quaresma

quaresma-afp

London – Menengok dari pengalaman di Barcelona dan Inter Milan, Ricardo Quaresma dianggap selalu gagal kala memperkuat tim besar. Namun bersama Chelsea, Quaresma ingin membuktikan bahwa anggapan itu adalah salah.

Quaresma hanya satu musim berbaju Barcelona yaitu di musim 2003-04. Hanya 21 kali bermain di berbagai ajang, sepuluh di antaranya menjadi starter. Pemain asal Portugal ini cuma mencetak satu gol.

Sementara di Inter Milan, pemain berusia 25 tahun ini cuma bertahan setengah musim. Sempat tampil impresif dengan mencetak gol indah saat debutnya, namun setelah itu tidak menjadi pilihan utama allenatore Jose Mourinho.

Penampilan Quaresma di Barca atau pun di Inter Milan sangat berbeda jauh dibanding saat pemain nasional Portugal ini memperkuat Sporting Lisbon atau FC Porto, dua tim yang secara nama dan kualitas berada di bawah Los Azulgrana atau
pun I Nerazurri.

Di bursa transfer Januari 2009, Quaresma hijrah ke Chelsea dengan status pinjaman. Quaresma bertekad untuk menepis anggapan, bahwa dia tidak mampu bermain baik bila memperkuat tim besar.

“Saya tak percaya bahwa saya mengalami kesulitan kala memperkuat tim besar. Di tim lain saya tidak punya kesempatan. Saya percaya dengan kualitas yang saya miliki, dan akan saya buktikan bersama Chelsea,,” tutur Quaresma seperti dilansir Telegraph. ya.

Secara khusus, pemain yang kini memakai nomor punggung 18 di Chelsea ini memuji manajer barunya, Luiz Felipe Scolari. “Sejak Jose (Mourinho) mengatakan bahwa Inter berniat meminjamkan saya ke klub lain, maka saya tidak ragu lagi untuk menerima pinangan Chelsea.”

“Chelsea selalu menjadi pilihan utama saya, terutama dengan adanya Scolari di kursi manajer. Saya sebenarnya juga didekati Tottenham Hotspurs, namun tawaran dari Chelsea merupakan pilihan terbaik. Chelsea merupakan salah satu dari tim
terbaik di dunia,” tukas pemain berposisi sayap ini.

“Saya suka Scolari, karena ia tahu apa yang ia lakukan, terlepas dari banyaknya kritik yang datang padanya. Dia sangat pandai dan punya intelegensi tinggi. Dia telah menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi pada saya, dan itu akan sangat
membantu.”

Malam ini, Chelsea akan menantang Hull City. Bila dimainkan, laga ini harus dimanfaatkan dengan baik sebagai ajang pembuktian Quaresma bahwa dirinya layak dan mampu bermain di klub besar.

Jadi, berdoalah agar dimainkan, Quaresma.

sumber : detik.com

Posted by: ariefantasista10 | September 22, 2008

Scolari Menilai ‘Kesucian’ Stamford Bridge

Jakarta – Chelsea memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang, sebuah rekor yang dimulai Claudio Ranieri, dijaga Jose Mourinho dan Avram Grant, serta coba dilanjutkan Luiz Felipe Scolari.

Menghadapi MU, Minggu (21/9/2008), rekor Chelsea sepertinya akan dihentikan “Setan Merah” yang unggul lebih dulu lewat Park Ji Sung. Namun, Salomon Kalou dengan gol penyama kedudukan hadir sebagai penyelamat sekaligus pemanjang rekor “Si Biru”.

Hasil itu membuat Chelsea kini sudah tak pernah kalah di Stamford Bridge selama 85 partai liga. “The Blues” sudah mempertahankan rekor tersebut selama sekitar empat tahun lebih.

Kali terakhir Chelsea kandas di kandang sendiri dalam partai Premiership adalah pada 21 Februari 2004 lalu, ketika ditekuk Arsenal 1-2. Chelsea yang saat itu ditangani Ranieri lantas bangkit dengan kemenangan atas Fulham. Inilah awal dari rekor tak terkalahkan di kandang.

Di akhir musim tersebut Ranieri digeser oleh Mourinho, tapi rekor tetap bergeming. Pun demikian halnya saat Grant secara mengejutkan menggantikan Mourinho. Kendati banyak diremehkan, Grant terbukti mampu mengawal kesucian Stamford Bridge di Liga Primer.

Tugas itu kini dipikul Scolari yang baru saja menyudahi, mungkin, salah satu partai kandang terberatnya di Premiership, yaitu dengan menjamu juara bertahan MU.

Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu adalah laga kandang ketiga Chelsea di bawah Scolari musim ini. Sebelumnya, Chelsea berbagi angka 1-1 dengan Tottenham Hotspur, dan menghabisi Portsmouth 4-0.

Akan tetapi Scolari enggan terlalu memandang penting rekor tak terkalahkan di Stamford Bridge tersebut. Kalahpun tak mengapa asalkan akhirnya bisa jadi juara.

“Aku berbahagia untuk para fans tapi untukku rekor tak ada artinya. Buatku satu-satunya rekor yang berarti adalah jika kami memenangi kejuaraan,” lugas manajer asal Brasil itu seperti diwartakan AFP, Senin (22/9/2008).

detik.com

Posted by: ariefantasista10 | July 1, 2008

Pulau Hantu 2, Hantu Pemangsa Anak Gaul

Pulau Hantu 2, Hantu Pemangsa Anak Gaul

Judul:
Pulau Hantu 2

Sutradara:
Jose Purnomo

Pemain:

Ricky Harun, Abdurrahman Arif, Wiwid Gunawan, Garnetta, Uli Auliani,
Astrid Satwika,Reza Rahadian, Meidian, Nicky Tirta, M Riza

Genre:
Horor/Komedi

Produksi:

MVP Pictures

Sekuel Pulau Hantu hadir. Kali ini, korban hantu kejam dan menyeramkan itu lebih banyak dari yang pertama. Ratusan nyawa anak dugem melayang di pulau indah penuh misteri itu.

Dante (Ricky Harun) dan Nero (Abdurrahman Arif), dua anak muda yang berhasil selamat dari kejaran hantu di Pulau Hantu (pertama). Mereka terjebak dan tidak bisa pulang meski keduanya sangat berharap bisa pulang.

Belum berhasil pulang, Dante dan Nero malah kedatangan tamu. Delapan anak muda yang terdiri dari Aura (Wiwid Gunawan), Tya (Garnetta), Kayla (Uli Auliani), Marsya (Astrid Satwika), Michael (Reza Rahadian), Martin (Meidian), Brian (Nicky Tirta), dan Joe (M. Riza) datang ke pulau itu. Mereka berniat menggelar rave party untuk merayakan pernikahan Michael dan Kayla bersama ratusan teman lainnya.

Saat awal mereka berada di pulau tersebut, sekelompok anak muda yang hobi bersenang-senang, pesta, dan hura-hura itu merasa bagaikan di surga. Pulau itu benar-benar memesona mulai dari pemandangannya hingga bebasnya merka melakukan apapun termasuk free sex.

Serupa dengan Pulau Hantu sebelumnya, teror hantu mulai mengancam nyawa mereka. Ini terjadi sesaat setelah Dante dan Nero beserta kedelapan anak muda itu menginjakkan kakinya ke belakang pulau. Ditambah lagi, Kayla yang menemukan boneka di dasar laut dan membawa serta boneka itu menjadi awal malapetaka bagi semuanya.

Teror pertama yaitu hilangnya Joe secara misterius. Lalu, dilanjutkan dengan teror lainnya berupa penampakan dan kejadian aneh yang menimpa satu per satu diantara mereka.

Hal ini tentunya membuat para wanita ketakutan dan merengek minta pulang saat itu juga. Sayang Michael si empunya acara menolak. Jika mereka pulang berarti pesta dibatalkan, sementara para tamu undangan sedang menuju ke pulau itu.

Alhasil, mereka terpaksa memendam rasa takut mereka sampai pesta terlaksana. Tak hanya itu, Michael meminta para pria yang tersisa yaitu Dante, Nero, Martin, dan Brian untuk menjaga sekitar lokasi pesta.

Nahas bagi siapa pun yang ada di sana. Sang hantu yang tidak suka dengan ratusan anak gaul yang berpesta pora di pulau itu, memangsa habis mereka semua.

Pulau Hantu 2 merupakan sekuel Pulau Hantu yang rilis pada November 2007. Sebagai film sekuel, ada hal yang masih dikaitkan dengan film sebelumnya. Di Pulau Hantu 2, penghubungnya adalah Dante dan Nero. Namun, soal cerita tentunya berbeda. Menurut Jose Purnomo sang sutradara, Pulau Hantu 2 dibuat berkali lipat lebih mengagetkan dan lebih kocak.

Bila diformulasikan, film ini bergenre 50 persen horror dan 50 persen komedi. Aksi konyol dan kocak dari Ricky dan Arif cukup mengocok perut penonton dan menyegarkan suasana di tengah ketakutan.

Namun, bagi anda yang ingin menyaksikan film ini sebaiknya melihat dulu siapa yang akan anda ajak menonton. Bisa dibilang film ini tidak pantas disaksikan bagi yang belum cukup dewasa. Sebab, gambaran remaja dengan busana seksi, hidup hedon, dan hura-hura serta seks bebas mendominasi jalan cerita film ini.

Pulau Hantu 2 bisa disaksikan di bioskop Tanah Air mulai 12 Juni 2008.

sumber: okezone.com

 

Posted by: ariefantasista10 | July 1, 2008

Bestfriend?, Gejolak Emosi ABG Mengatasi Puber

Bestfriend?, Gejolak Emosi ABG Mengatasi Puber
Judul:
Bestfriend?

Sutradara:

Fajar BGT

Pemain:

Risty Tagor, Nikita Willy, Ira Wibowo, LeRoy Usman, Karina Suwandi

Produksi:

MD Entertainment

Masa muda adalah masa yang paling berapi-api dan penuh semangat. Terutama, semangat untuk mencari tahu siapa diri mereka sebenarnya. Seperti yang dilakukan Tania dan Moli, ABG yang mengalami masa puber.

Tania (Nikita Willy), siswi SMP yang memiliki sikap kalem, manis, dan penurut. Namun, sifatnya itu berubah saat dia bertemu Moli (Risty Tago). Moli adalah siswi baru di sekolah Tania. Dia lekat dengan imej pemberontak dan bandel. Semua ini disebabkan latar belakang keluarga Moli yang berantakan.

Dua siswi yang karakternya berbeda jauh itu tidak disangka malah menjadi teman akrab alias sahabat. Tania mulai menyukai sikap dan perilaku Moli yang dianggap Tania sebagai perwujudan anak muda.

Perlahan sikap Tania berubah mengikuti Moli. Mulai dari rambut panjangnya yang dipotong pendek, hingga belajar merokok dan ikut-ikutan mencicipi dunia malam alias clubbing.

Tania pun berubah total, hingga membuat ayah (LeRoy Usman) dan ibunya (Ira Wibowo) kewalahan.

Persahabatan Tania dan Moli memang bagus. Sayangnya, kedua dara ini salah mengartikan persahabatan mereka berbeda. Bukannya hal baik yang mereka ambil dalam sebuah persahabatan, melainkan sebaliknya.

Hingga suatu hari orangtua Tania habis kesabaran. Tania dan Moli dipisahkan dan tidak diperbolehkan bertemu. Namun Tania tidak kehabisan akal, dia kabur dari rumah dan menemui Moli malam itu juga.

Ternyata, malam itu adalah malam di mana kedua remaja ini belajar memaknai dan menghargai hidup. Malam itu di tempat clubbing, Tania dilarikan ke rumah sakit akibat mengonsumsi narkoba. Alhasil, Moli disalahkan atas apa yang terjadi pada Tania.

Bagaimana nasib persahabatan Tania dan Moli? Temukan jawabannya di film bertajuk Bestfriend? Film ini rilis di bioskop mulai 19 Juni.

Bestfriend? merupakan film remaja yang hadir di tengah-tengah ramainya film horor di Tanah Air. Kehidupan remaja ABG digambarkan di sini. Sayangnya, lebih banyak hal negatif yang ditampilkan. Seperti, ABG perempuan yang sudah lihai merokok dan hidup penuh hura-hura.

Mungkin hal tersebut memang benar terjadi di kehidupan nyata. Namun, mengingat target penonton film ini yaitu remaja, hal ini bisa menjadi contoh buruk bagi mereka. Dalam hal ini, penonton diharapkan bisa menyaring apa yang ditampilkan sehingga tidak berdampak negatif setelah menyaksikan film tersebut.

Soal akting, Risty dan Nikita patut diacungi jempol. Sebagai aktris muda, Risty mampu menampilkan karakter sebagai ABG yang bandel dan urakan. Padahal, diakui Risty bahwa peran Moli itu jauh dari gambaran dirinya. Sedangkan Nikita, bisa dikatakan mampu menyaingi akting Risty.

« Newer Posts - Older Posts »

Categories