Posted by: ariefantasista10 | April 21, 2009

Scudetto 1998 Milik Inter, Bukan Juve

moytpeezi1
MILAN – Mantan pelatih Inter Milan, Gigi Simoni, menyulut kontroversi. Menurut Gigi, Scudetto 1998 lebih berhak dipegang Inter ketimbang juara waktu itu, Juventus.

Kenapa? Alasan Gigi, ada satu insiden penting di musim kompetisi saat itu yang dirasa Gigi menguntungkan Juventus dan memberatkan Inter.

Pada 26 April 1998, kala Bianconeri menjamu Nerazzurri di Turin, ada penalti yang tidak diberikan wasit Pietro Ceccarini ketika penyerang Inter Ronaldo dilanggar Mark Iuliano. Hal tersebut dirasanya menjadi titik kegagalan Inter merengkuh Scudetto.

“Itu adalah pengakuan yang saya inginkan, tapi mereka tetap tidak akan memberikan Scudetto berdasarkan hasil ini,” ungkap Simoni dilansir Itasportpress, Selasa (21/4/2009).

“Saya ingat pelanggaran terhadap Ronaldo yang membuat tim melayangkan protes, berikut saya dan fans. Saya nyaris meninggalkan lapangan,” geram Gigi.

“Scudetto seharusnya menjadi milik kami apabila kami menang di Turin karena kami tinggal menghadapi empat pertandingan relatif ringan setelahnya. Sekarang sudah terlambat, tapi tim saat itu memang kuat dengan diisi pemain muda menjanjikan,” tutupnya.

Posted by: ariefantasista10 | April 21, 2009

Inter Gunakan Quaresma Buat Boyong Deco

BRITAIN SOCCER PREMIER LEAGUE
MILAN – Nasib Ricardo Quaresma bersama Inter Milan makin buram. Inter sudah enggan mendaratkan kembali Quaresma, yang sedang dipinjamkan ke Chelsea. Inter justru ingin menggunakan winger lincah ini sebagai umpan mendapatkan Deco.

Sejak mendarat di San Siro, Quaresma sudah gagal menunjukan permainan terbaiknya. Jose Mourinho pun hanya menempatkan mantan pemain FC Porto di bangku cadangan. Selanjutnya, Quaresma dilepas ke Stamford Bridge sebagai pemain pinjaman.

Berlaga di Premier League, tidak membuat nasib Quaresma berubah. Pelatih Guus Hiddink tidak melirik Quaresma sebagai pemain utama. Melimpahnya stok gelandang di skuad The Blues, membuat Quaresma tidak terpakai.

Kini Mourinho sedang melirik gelandang Chelsea, Deco. Pemain yang juga asal Portugal ini adalah salah satu skuad reguler The Blues. Namun, mantan Barcelona ini sedang terkapar cedera.

Seperti dikutip Tuttosport, Senin (20/4/2009), Ricardo Quaresma akan digunakan sebagai umpan untuk memboyong Deco, pada musim depan. Inter akan memberikan Quaresma untuk dibarter dengan Deco. Hanya saja kubu The Blues belum menyatakan sikap dengan pernyataan Inter Milan ini.

Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

‘RIGHTEOUS KILL’, Mencari Pembunuh Berantai

righteous-kill

Pemain: Robert De Niro, Al Pacino, Curtis ’50 Cent’ Jackson, Donnie Wahlberg, John Leguizamo, Brian Dennehy, Dan Futterman

David Fisk (Al Pacino) dan Thomas Cowan (Robert De Niro) adalah dua detektif kepolisian New york yang hampir mendekati masa pensiun mereka.

Sebelum mereka memasuki masa pensiun, mereka ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang diduga berhubungan dengan kasus yang pernah mereka tangani sebelumnya. Korban pembunuhan berantai itu selalu orang yang pernah lolos dari jerat hukum dan di dekat tempat kejadian perkara selalu ditemukan secarik kertas berisi puisi yang membenarkan tindakan pembunuhan itu.

Nampaknya mereka berdua berhadapan dengan pembunuh berantai yang melakukan pembunuhan dengan dalih melakukan tugas menegakkan hukum yang gagal dilakukan oleh polisi. Jika pembunuhan itu dilakukan oleh orang yang sama, lalu bagaimana dengan pelaku pembunuhan sebelumnya yang sudah diadili? Film action besutan sutradara Jon Avnet ini sebenarnya sudah mulai didistribusikan oleh Overture Films September tahun lalu. Film berbujet US$ 60 juta ini memasang nama-nama besar macam Al Pacino, Robert De Niro, dan Donnie Wahlberg dalam jajaran pemainnya, mungkin dengan harapan bisa mendongkrak popularitas film crime thriller ini. Ini memang bukan pertama kalinya sebuah film memasang Al Pacino dan Robert De Niro dalam film yang sama.

Sebelumnya, dua aktor ini juga sempat bermain bersama dalam film 88 MINUTES dan HEAT. Namun dari sisi intensitas mereka beradu akting, bisa jadi film inilah yang paling banyak menampilkan adegan mereka bersama. Soal kemampuan akting, dua orang dengan rekor panjang di dunia film ini memang tak pernah ada masalah. Tiap dialog yang harus mereka bacakan terdengar alami dan sama sekali tak ada kesan seperti teks yang dibaca. Sayangnya potensi itu jadi sia-sia lantaran naskah film yang kurang berbobot. Jadinya, meski keduanya mampu memberikan kualitas akting yang memukau, tetap saja adegan yang mereka tampilkan jadi berkesan basi. Tak ada momen yang benar-benar spesial dalam film ini. Kesan klise dalam dialog tak bisa dihindari dan akhirnya terlewatkan begitu saja. Selain itu, alur cerita yang sedikit dibuat twisted pun seolah tak banyak membantu ide cerita yang sebenarnya sudah basi.

Kalau Anda termasuk orang yang menggemari film-film dari genre ini, Anda pasti bisa menyebutkan dua atau tiga film yang juga mengusung topik yang sama. Peran Jon Avnet sebagai sutradara juga tak mampu membuat film ini jadi terlihat menarik dan melekat dalam ingatan. Untungnya film ini tak sampai jadi film yang membosankan meski di akhir cerita mungkin tak ada keinginan untuk menonton ulang film ini.

Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

‘THE STRANGERS’, Tak Ada Tempat Yang Benar-Benar Aman

thestrangers

Pemain: Liv Tyler, Gemma Ward, Scott Speedman, Kip Weeks, Laura Margolis, Alex Fisher

Kristen McCay (Liv Tyler) dan James Hoyt (Scott Speedman) mungkin tak mengira bakal mengalami malam yang benar-benar tak akan mereka lupakan seumur hidup mereka ini. Kedua pasangan muda ini harus bertahan hidup dalam ancaman 3 orang bertopeng yang tidak mereka kenal.

Sepulang dari menghadiri pernikahan seorang teman, Kristen dan James berencana menghabiskan liburan mereka di sebuah rumah peristirahatan yang terpencil dari kota. Mereka berharap mendapat ketenangan di rumah peristirahatan itu.

FILM THE STRANGERS

Sayangnya harapan mereka berubah menjadi mimpi buruk saat 3 orang bertopeng menyekap mereka berdua dalam rumah yang terletak jauh dari kota itu. Tidak ada harapan selamat buat mereka berdua karena kemungkinan akan datangnya pertolongan sangat tipis sekali.

Rumah memang biasanya ‘diterjemahkan’ sebagai sebuah tempat yang aman dan tenteram, dan itulah yang sering kali menjadi bahan mentah bagi para sutradara film horor dan thriller. Menjadikan rumah sebagai tempat yang menakutkan memang cukup efektif untuk memberikan teror psikis buat para penonton. Dan film berjudul THE STRANGERS ini adalah salah satu dari film yang menggunakan trik yang sama.

Banyak yang berspekulasi bahwa film tegang garapan sutradara Bryan Bertino ini diilhami oleh kisah nyata yang dikenal dengan Pembunuhan Manson. Karena sedikit masalah, film yang telah selesai shooting di tahun 2007 ini akhirnya baru diedarkan Rogue Pictures akhir Mei 2008 lalu.

FILM THE STRANGERS

Kalau dilihat, sebenarnya, tak ada yang baru dari film ini. Selama lima puluh tahun terakhir banyak film thriller yang juga mengusung tema yang sama meski tentu saja tak sama persis. Bila Anda sudah melihat film FUNNY GAMES yang mulai diedarkan Maret 2008 lalu, Anda pasti akan melihat banyak kesamaan antara film tersebut dengan THE STRANGERS ini.

Sayang ide yang sebenarnya sudah cukup kuat ini tak diimbangi dengan casting yang sepadan. Liv Tyler dan Scott Speedman tak mampu menampilkan sebuah performa yang cukup meyakinkan. Celakanya lagi, naskah tak memberi peluang mereka untuk menggali karakter lebih dalam dan hasilnya, tak cukup kuat untuk membuat penonton merasa iba pada kedua tokoh utama ini. Padahal salah satu kunci sukses film dari jenis seperti ini adalah saat penonton merasa terhanyut dan merasa kasihan dengan sang tokoh protagonis.

FILM THE STRANGERS

Sebenarnya dari sisi pengambilan gambar, film ini cukup memadai. Penggunaan kamera camcorder untuk menyimulasikan pandangan dari sudut pandang pemain memang cukup efektif menyuntikkan rasa ngeri pada penonton. Trik ini memang memberikan efek penonton seolah terlibat dalam film yang mereka tonton. Tapi, dalam film ini, itu tak cukup untuk memberi efek suspense karena sang sutradara memutuskan untuk banyak menyorot ‘gerakan’ para peneror yang dampaknya jadi menghilangkan kejutan yang seharusnya ada.

Tapi bila mengingat bahwa ini adalah film pertama buatan Bryan Bertino, dan kenyataan bahwa ia tak masih cukup muda maka semua kesalahan itu agaknya masih bisa dimaklumi.

sumber : kapanlagi.com

Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

‘MAKE IT HAPPEN’, Tak Menawarkan Sesuatu Yang Baru

makeithappen

Pemain: Mary Elizabeth Winstead, Riley Smith, Tessa Thompson, Julissa Bermudez, John Reardon, Ashley Roberts

Sejak kecil, Lauryn Kirk (Mary Elizabeth Winstead) memang selalu bercita-cita menjadi seorang penari profesional. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Chicago untuk belajar tari di Chicago School of Music and Dance. Sayangnya, kadang rencana tak selalu berjalan mulus seperti yang kita inginkan.

Sesampainya di Chicago, Lauryn gagal saat audisi masuk ke sekolah ini. Sialnya lagi, saat Lauryn sedang beristirahat di sebuah restoran, mobil Lauryn dibawa petugas derek mobil. Untung ada Dana (Tessa Thompson), seorang waitress yang baik hati dan menawarkan Dana untuk tinggal sementara di tempatnya.

Keesokan harinya, Dana memperkenalkan Lauryn pada Russ (Riley Smith), seorang DJ dan Brenda (Karen LeBlanc) yang memiliki sebuah klub bernama Ruby yang menyuguhkan tarian burlesque. Brenda kemudian menawari sebuah pekerjaan sebagai petugas pembukuan di klub miliknya.

Meski sudah mendapat pekerjaan lumayan bagus, namun mimpi Lauryn untuk menjadi penari tak juga sirna. Brenda yang kemudian melihat bakat terpendam dalam diri Lauryn menawarinya menjadi seorang penari. Dalam sekejap mata, Lauryn menjadi bintang di Ruby. Sayangnya, ini tak berlangsung lama karena, Joel (John Reardon), kakak Lauryn, datang untuk menjemput Lauryn karena kondisi ekonomi di rumah mereka sedang kacau balau dan perlu bantuan Lauryn.

Genre film dance mungkin tak terlalu berkembang seperti genre yang lain. Sejak era 80-an film dari jenis ini memang bisa dihitung dengan jari. Yang mempelopori maraknya film dari genre ini bisa jadi adalah FLASHDANCE yang sempat populer di tahun 1983 lalu. Namun seiring perkembangan jaman, genre ini tetap eksis dan memiliki pasar tersendiri. Buktinya hingga tahun 2008 lalu masih ada film dari genre ini yang beredar.

MAKE IT HAPPEN yang mulai beredar bulan Agustus 2008 ini menjadi salah satu bukti jika genre ini masih eksis. Namun sayangnya, tak ada yang benar-benar fresh dari film ini. Ada kesan seolah film ini dibangun berdasarkan template yang sudah ada dengan sedikit bumbu di sana-sini. Akibatnya, pijakan satu-satunya film ini hanyalah tampilan visualnya saja karena dari sisi cerita tak banyak yang bisa dibicarakan.

Ibarat penumpang pesawat, penonton sudah tahu pasti jalur penerbangan dan tujuan akhir pesawat. Yang akan membedakan hanyalah kesan yang didapat selama penerbangan dan jika ini gagal memberi kesan bagus maka tamatlah riwayat film ini. Celakanya, itulah yang terjadi. Hampir tak ada yang bisa membuat film ini jadi ‘menonjol’ di antara film-film lain yang juga mengusung topik yang kurang lebih sama.

Terlepas dari itu semua, film ini toh punya performa di pasar yang cukup bagus. Di awal peluncurannya di Inggris, film ini berhasil masuk 10 besar jajaran film box office dan bertahan di sana selama satu pekan meski tak mampu menembus posisi teratas.

sumber : kapanlagi.com

Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

Inter Pinang Emiliano Viviano

jvwsejlhve
MILAN – Inter Milan berhasil mendapatkan punggawa baru. Dia adalah kiper muda Emiliano Viviano yang resmi digaet dari klub Serie B Brescia, beberapa saat menjelang bursa transfer ditutup.

Kabarnya, Inter harus rela merogoh kocek sebesar 3,5 juta poundsterling untuk meminang Viviano. Namun, mantan kiper U-21 Italia itu baru bergabung dengan skuad Jose Mourinho musim depan.

“Inter meminang saya dalam kepemilikan bersama. Kami lihat apa yang akan terjadi Juni mendatang,” ungkap Viviano sebagaimana dikutip Tuttomercatoweb, Rabu (11/2/2009).

“Namun, sebuah kehormatan bagi saya bahwa tim sehebat Inter mau meminang saya. Apalagi, saya akan menggantikan posisi FrancescoToldo. Ini adalah impian menjadi kenyataan,” lanjut kiper 23 tahun itu.

Viviano merupakan pemain kelahiran Tuscany. Dia adalah pemain didikan akademi sepakbola Fiorentina. Viviano sudah membela Brescia sejak 2005 silam.

Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

Inter Lirik Bintang Muda Valencia

t3kjgkexux1

MILAN – Inter Milan terus mencari pemain muda penuh talenta guna menambah kekuatan tangguh yang sudah dimilikinya. Kali ini, Nerazzurri dikabarkan tengah mengincar bintang muda Valencia Juan Manuel Mata.

Sebagaimana dilaporkan Tuttosport, Selasa (17/2/2009), ketertarikan Inter terhadap winger yang juga menjadi andalan Timnas Spanyol U-21 itu bukan sekedar rumor belaka. Kubu La Beneamata bahkan kabarnya secara khusus mengundang ayah sang pemain guna menyaksikan laga derby Milan yang akhirnya dimenangkan Inter 2-1.

Selepas laga, Mata senior kembali diundang makan malam bersama dengan perwakilan Inter beserta sang pelatih Jose Mourinho. Nah, momen inilah yang kabarnya dimanfaatkan jawara Serie A itu meminta ayah Mata agar sudi membujuk putranya merumput di Giuseppe Meazza. Kendati baik kubu Inter maupun Mata belum memberikan pengumuman resmi seputar pertemuan ini, namun media Italia ramai merumorkan bahwa Inter bakal segera merekrut winger 20 tahun tersebut. Banderol Mata yang sejauh ini telah mengoleksi enam gol bersama Valencia memang tidak murah, yakni berkisar 20 juta euro.

Namun, Inter dikabarkan memiliki cara lain untuk bisa mendapatkan Mata tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Kubu Nerazzurri dikabarkan siap menawarkan kepemilikan bersama atas bek sayap, Maxwell yang kontraknya akan segera berakhir pada Juni 2010 mendatang sebagai alat tukar. Kebetulan, peran bek asal Brasil itu kian terpinggirkan seiring penampilan apik yang ditampilkan bek masa depan Inter Davide Santon.

Posted by: ariefantasista10 | February 28, 2009

‘Lampu Hijau’ Genoa Buat Inter

bewtssoher
GENOA – Kabar gembira buat kubu Inter Milan. Genoa melalui presidennya Enrico Preziosi langsung telah menyatakan siap melepas bomber tangguh Diego Milito musim depan.

Mungkin karena tidak kuasa menahan niatan beberapa klub besar yang terus-menerus mengejar Milito, akhirnya kubu Genoa menyerah juga. Mereka pasrah mampu mempertahankan penyerang Argentina itu pada musim 2009/2010 mendatang.

“Kami memang berusaha mempertahankan Milito, namun terlalu banyak dorongan yang datang. Kami pasrah akan nasibnya di musim mendatang,” ungkap Preziosi seperti dilansir Sky Sport Italia, Sabtu (21/2/2009).

Menganai klub mana yang paling memiliki peluang mendapatkan servis saudara kandung bek Barcelona Gabriel Milito itu, Preziosi menunjuk nama Inter. Dia bahkan mengakui sempat ingin melepas Milito pada bursa transfer musim dingin lalu sebelum akhirnya menolak karena tidak ingin mengecwakan para fans.

“Inter, mereka sudah hampir mendapatkannya Januari lalu. Namun saya berpikir ulang dan menolaknya karena tidak ingin membuat para pendukung kecewa,” tandasnya lagi.

Posted by: ariefantasista10 | February 27, 2009

Inter Sesumbar Pinang Sergio Aguero

4m26gbngtn1
MILAN – Ketajaman striker Atletico Madrid Sergio Aguero dalam meluluhlantakan pertahanan dan gawang lawan tidak perlu disangsikan. Pemain Timnas Argentina itu sudah membukukan 10 gol di La Liga sepanjang musim ini.

Melihat talenta emas yang dimiliki Aguero, Inter langsung kepincut. Nerrazzuri yakin mampu membawa menantu pelatih Timas Argentina Diego Maradona itu.

Hal itu disampaikan pemandu bakat Inter Milan Luis Suarez seperti disitar reuters, Jumat (27/2/2009).

“Aguero ke Inter? Hal ini akan dilakukan. Tapi semuanya sangat tergantung pada faktor ekonomi yaitu uang. Sepeti biasanya,” kata Suarez.

“Bila kami tidak menawarkan angka yang tinggi, saya pikir tidak akan ada yang terjadi,” tegas Suarez.

sumber : okezone.com

Posted by: ariefantasista10 | February 7, 2009

‘Versi’ Waria John Terry

terrylucy285

London – Sebagai kapten Chelsea dan Inggris, John Terry pasti sudah amat familiar dengan tekanan, cela atau kritik saat dia dan timnya tak tampil oke. Nah, kalau dicela sebagai waria, mungkin ini akan jadi kali pertama.

Awalnya, Lucy Smith hanya ingin memprotes poster National Health Service (NHS) Inggris yang mengklaim kalau wanita yang ketagihan minuman keras pada akhirnya akan jadi mirip dengan pria dengan pulasan make-up.

Kampanye NHS itu tak berkenan di hati Lucy yang kebetulan adalah seorang waria. Hadir ke dunia 23 tahun lalu sebagai pria, dia kini sudah berganti kelamin jadi seorang wanita.

“NHS mengeksploitasi hidupku,” begitu aku Lucy kepada sebuah surat kabar lokal, Warrington Guardian, terbitan 31 Januari 2008 lalu.

Surat kabar itu memberitakan penuturan Lucy yang merasa hidupnya sebagai waria jadi kian sulit dengan adanya kampanye NHS tersebut. Untuk melengkapi pemberitaan, foto Lucy pun tak lupa diikutsertakan dalam artikel yang juga dipublikasikan online ini.

Foto itulah yang kemudian mengundang reaksi luas. Kenapa? Karena kemiripan Lucy dengan John Terry yang bak pinang dibelah dua.

Awalnya, forum komentar di situs tersebut mengarah pada perdebatan seputar Lucy dan dirinya. Sampai suatu ketika seseorang bernama julukan nighthawk999 menulis, “apa hanya aku atau ada yang memperhatikan kalau dia seperti John Terry pakai wig?”.

Tak pelak, hal terakhir itulah yang lantas lebih mencuri perhatian. Komentar-komentar bernada olok-olok untuk Terry karena kemiripannya dengan Lucy pun berdatangan. Terry mendadak dapat cap waria.

“Aku memberikan penghormatan kepada John Terry karena keberaniannya terbuka secara publik. Buat seseorang yang terpandang dalam dunia sepakbola yang macho, pasti tak mudah baginya,” komentar seseorang dengan nickname stfclondon.

“Tekanan dari perebutan titel benar-benar sudah jadi beban buat John Terry!” sambung swaize dari Warrington.

Foto Lucy yang mirip Terry tadi kemudian juga beredar di pelbagai forum sepakbola, tentu kian melahirkan banyak komentar-komentar negatif lain, khususnya dari fans klub rival Chelsea.

Sejumlah fans West Ham, yang adalah rival Chelsea di London Barat, bahkan disebut The Sun siap menyanyikan lagu ‘Are you Lucy in disguise?’ atau ‘Apakah kamu Lucy yang sedang menyamar?’ saat nanti Terry mengunjungi Upton park.

Nah lho!

sumber : detik.com

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.